Di google, kalau Anda memasukkan keyword ‘dodi’ dan memencet tombol ‘im feeling lucky’, Anda akan dibawa ke halaman departemen pertahanan AS. Rupanya dodi itu adalah juga singkatan dari department of defense instruction.
Tapi saya tak ada hubungan dengan dephan AS, walau juga mengonsumsi produk-produk dari sana (AS), juga nilai-nilai budaya yang menyusup bahkan hingga ke pecel lele yang kita makan.
Maaf bagi yang tak suka pecel lele. Huh. Tapi tentunya, bukan hanya produk AS yang saya konsumsi. Juga produk Cina. Dan tentang produk AS itu, lebih banyak saya tak membayar royalti. Misalnya, di Glodok, DVD itu sekepingnya Rp 6000. Jadi, siapa yang pusing dengan royalti? Anda? Baguslah.
Saya, bekerja di Jakarta, di industri yang digosipkan sebagai pilar keempat demokrasi. Peran saya pun tak penting disitu. Tapi, sebagai penenang diri, adalah ‘kita sedang belajar’.
No Comments Yet